Panasnya Upacara Membuat Panasnya Nafsu

Oleh Chika Pada 01 Oktober 2016 - 08:12

Panasnya Upacara Membuat Panasnya Nafsu
Panasnya Upacara Membuat Panasnya Nafsu


Panasnya Upacara Membuat Panasnya Nafsu

CerpenHot.us, Hari Senin adalah hari yg paling tdk menyenangkan bagi kebanyakan siswa, karena hari Senin para siswa disalah satu SMA di Bekasi diwajibkan untuk datang lebih pagi guna mengikuti upacara bendera rutinan. Disela sela teriknya matahari pagi itu, 2 sejoli abg sedang mengeluh sesuatu.

“Fuuuuuhhh males banget nih In… panas-panas gini suruh berjemur di lapangan, kayak ikan teri aja… hufftt” sewot Vivi pada temannya Iin. “Iya Vi.. bisa-bisa paha gue yg mulus ini jadi item gosong, ilang deh keseksian gue selama ini…” sahut Iin sembari mengelus-ngelus pahanya ygg tertutup rok warna abu-abu pendek diatas lutut itu. “Yeeeee… salah lo sendiri pake rok pendek amat, mau jualan neng??? xixixixixi..” ledek Vivi sambil mencubit paha Iin. “Aooww.. sialan lu Vi, sakit taukk.. huuuft..” sahut Iin dgn nada kesakitan.

Iin dan Vivi adalah dua orang sahabat sejak kecil yg kini duduk dibangku kelas XII IPA 4, mereka selalu bersama kemana-mana, belajar pelajaran sekolah hingga belajar pelajaran esex esex (nonton film xxx, dsb) ia lakukan bersama sama. Iin sdh berkali-kali ganti pacar, ia lebih senang memacari orang yg lebih dewasa ketimbang dgn cowok sepantarannya. Kebanyakan mantan pacarnya adalah mahasiswa, dan dari situlah sifat binal yg ia miliki muncul.

Sedangkan Vivi, bedanya dgn Iin ia masih takut takut akan berbuat mesum dgn orang lain atau dgn pacar, karena ia merasa masih belum waktunya. Dan kelakuan kelakuan Vivi hanya sebatas FK, grepe-grepe, dan masturbasi. Untuk tingkatan ML seperti yg sdh sering dilakukan sahabatnya itu, ia sama sekali belum pernah dan belum berani.

Cerita sex terbaru, Memang di sekolahan mereka terdapat 2 jenis rok yg bisa dipakai untuk sekolah, yakni rok pendek dan rok panjang (kaya yg sering dipakai para pemain sintron abg SMU di Televisi). Vivi sering menggunakan rok panjang untuk ke sekolah sedangkan Iin paling suka memakai rok pendek dan cenderung ketat diatas lututnya.

Pada waktu itu Vivi dan Iin berdiri di barisan paling depan. Mereka sengaja brdiri di depan agar tdk terkena inspeksi dari guru-guru yg berkeliaran menertibkan siswa yg tdk mematuhi peraturan sekolah. Iin memang siswi yg suka berpakaian seragam ketat dan cenderung memakai rok pendek diatas lutut. Sering kali Iin menjadi pusat perhatian para siswa2 cowok karena dandanannya itu, dan tak jarang jg Iin digoda oleh siswa2 cowok, namun ia tetap menanggapinya dgn santai dan cuek karena memang itulah sifat Iin yg cenderung exhibitionis.

“Siappp graaakkk..!!” Suara lantang dari pemimpin upacara keluar sebagai tanda upacara telah dimulai.

Miko anak kelas XII IPA 3 yg berperawakan tinggi gagah dan bertampang lumayan ganteng ditunjuk sebagai komandan upacara, yg jg kebetulan berdiri tepat berhadapan dgn barisan Iin dan Vivi.

“Ya ampun.. kereennn bangetttt..” seru Vivi setelah mengamati penampilan komandan upacara tersebut. “Ahhh biasa aja Vi, lo tu lebay..” celoteh Iin menanggapi komentar temannya tadi. “Heh! lo tu punya mata ga dipake ya? ganteng gagah gitu dibilang biasa, dasar lo In In..” saut Vivi dg nada sedikit kesal. “Hahahaha… iya neng iya, gitu aja sewot… hehehe” jawab Iin dgn sedikit kelakar.

Mata Vivi terus memandangi Miko yg berdiri tepat dihadapannya dgn jarak kurang dari 10 meter itu. Hingga pada suatu saat pikiran Vivi melayg2 berimajinasi dgn joroknya. Ia membayangkan dirinya dgn Miko sedang berciuman dgn ganas serta dilanjutkan remasan remasan pada toket 32 C nya dan lanjut kedaerah2 sensitif milik Vivi. Namun disaat asyik asyiknya membayangkan tiba2,

“Woiiii!! bengong aja lo.. pasti lg mikir yg jorok2 ya… hayoo ngaku deh lo…” kaget Iin dgn lirih dan penasaran dg tingkah temannya yg melamun sambil senyum2 sesaat itu. “Ah.. eng.. enggak ko In..” jawab Vivi dgn sedikit terbata2 karena shock setelah dikejutkan temannya secara tiba2 itu. “Bo’ong lo.. keliatan kali dasar omes… otak mesum kakakakak..” ledek Iin sambil berkelakar lirih. “Sialan.. lo tu yg omes In… hihihi..” jawab Vivi dgn nada malu tdk menerima perkataan sahabatnya itu. “Eh.. emang lg ngebayangin apaan sih? Koq keliatannya seru nih… siapa tau gue jg bisa ikutan hahahahaha..” kelakar Iin sambil menutupi mulutnya yg tertawa terbahak-bahak.

“Hahahaha, ah elo In… Itu tuh si Miko..” Vivi mengarahkan pandangannya ke arah Miko. “Miko? kenapa emang???” Iin menjadi tambah penasaran. “Emm.. tadi itu gue lg ngebayangin berduaan terus gitu2 deh sama si Miko hihihi.. seru deh.. ” jawab Vivi sambil cekikikan dan masih memandangi Miko yg sedang dalam posisi tegap itu. “Yaelahhhh… cuma ngebayangin doang, mana ada seru2nya tuh..” ledek Iin sekali lagi. “Lah.. kalo ga ngebayangin terus mau ngapain lg emangnya??” jawab Vivi dg polos disertai nada penasaran dgn sesuatu yg dianggap seru oleh Iin dibanding yg dilakukannya barusan. “Mau tau lo gimana caranya biar lebih seru??” “Gimana emangnya In?” saut Vivi semakin penasaran. “Perhatiin gue baik-baik ya Vi..” jawab Iin dgn nada sedikit serius.

Seketika itu Iin melakukan aksinya. Pertama ia memandang mata Miko secara terus menerus. Lama ia memandangi Miko, namun tak sedikitpun ia memandang balik kearah Iin. Hingga akhirnya setelah beberapa menit, akhirnya Miko melirikkan matanya kekanan dan kekiri terlihat sedikit bosan dgn posisi tegapnya yg mengharuskan ia memandang fokus pada arah-arah tertentu saja, dan akhirnya pandangan matanya berhenti sejenak ke arah Iin.

Dalam hati Miko merasa sedikit terheran kenapa daritadi Iin terus menatpnya seperti itu dan tak sedikitpun menampikkan pandangannya. Setelah itu perhatian Miko beralih padanya. Iin kemudian langsung melancarkan serangan kedua , Ia membuka satu kancing baju Osisnya yg paling atas.

“Cleguk…” terlihat Miko sontak kaget dan merasa ada yg menggoda dirinya di bawah terik matahari yg menyengat kota Bekasi itu. Iin tdk berhenti disitu, setelah membuka kancing bajunya yg paling atas ia mencondongkan badannya kebelakang, sehingga nampak sedikit gundukan toket montok Iin yg tertutup BH putih dgn size 34 C yg lumayan brutal untuk seukuran anak SMA.

Dag dig dug terus berdegup dada Miko, pikirannya menjadi terpecah antara fokus pada Kepala Sekolah yg sedang memberi ceramah atau tingkah gila Iin yg bikin celananya jadi gerah. Konsentrasinya buyar, ditambah Iin membungkukkan badannya tersebut sambil memandanginya. Seketika konsentrasi Miko yg semula tertuju pd jalannya upacara berpindah memandangi pemandangan yg menakjubkan tepat dihadapannya itu. Iin terus menegak-condongkan badanya sambil sesekali tangannya mengibas2kan sedikit sela2 baju yg terbuka satu kancing itu.

Miko semakin menekan tatapan matanya kearah sela-sela payudara yg terkadang timbul tenggelam seiring tegak-condongnya tubuh Iin. Dalam hati Miko berkata

“Mimpi apa gue semalam, bisa dapet sarapan plus plus kayak gini.. euhhh”. K0ntol Miko semakin menegang keras, keringat bercucuran, urat mengencang di sekitaran kepalanya, hal ini benar benar membuat Miko hilang arah. Ia hanya dapat menelan ludah clegak cleguk saja.

Iin terus mengimprovisasikan aksinya, ia menarik sedikit rok mininya keatas secara perlahan2. Naik turun, naik turun sambil dielus-elus sedikit, sehingga membuat semakin panas lapangan upacara yg sdh panas terkena terik matahari itu. Gerakkannya berlanjut dgn menempelkan tangan kanannya ke toket yg terlapis oleh baju Osis itu sembari meremas remas teteknya secara perlahan lahan, sesekali Iin memandangi Miko dg tatapan sayu sembari mengeluarkan lidah dari mulutnya untuk digoyang-goyang beradu dgn bibir sexy miliknya itu.

Kelakuan liar Iin tersebut berlangsung sekitar 10 menitan, hingga tak terasa kalu sebenarnya Iin jg merasa sange sendiri karna ulahnya itu, apalagi tampang Miko yg lumayan ganteng menambah intensitas libido yg naik didalam ubun2 kepala Iin. Hingga sesuatu membuat ia menghentikkan aksi panasnya.

“HEEEEIIIIII…!!!! Yg bener aja lo In masak sampai buka kancing baju segala.. ntar kalo ketauan yg lain gimana? bis2a ketauan guru jg.. ngawur ih lo..” sentak Vivi sambil menarik pundak Iin kebelakang dgn nada sedikit was was. “Hahaha…. ini baru namanya seru.. tenang aja ga bakal ketauan kok Vi… hihihi…” cekikikan Iin menanggapi sahabatnya yg daritadi mengawasi ulah nakalnya itu sembari mengancingkan bajunya yg terbuka satu.

Keduanya langsung menatap Miko secara bersamaan, terlihat wajah Miko memerah, kemudian keduanya langsung sedikit terkejut ketika melihat kebawah ada sesuatu yg menonjol di celana Miko bagian resletingnya.

“Ckckckckckckckck… rupa-rupanya ada yg lagi tegang nih..” ckckckckck Iin, disahut oleh Vivi yg jg ikut cekikikan puas melihat korbannya merasa tegang berat karena menahan sensasi upacara dipagi itu.

Setelah aksi Iin selesai, Miko sesegera mungkin berkosentrasi melanjutkan tugasnya untuk menyelesaikkan upacara bendera di hari senin yg panas itu.

Upacara pun selesai, semua siswa berhamburan menuju tempat kongkow masing2 untuk mengobrol2 memanfaatkan waktu senggang 15 menit sebelum bel masuk pelajaran dimulai.

“Eh..eh… Vi, bentaran ya gue kekamar mandi dulu, mendadak pengen pipis nih hehehe..” ucap Iin kepada Vivi yg sedang menuju kelas.

Ternyata Iin masih merasakan efek dari kelakuan erotisnya saat upacara tadi, dimana libidonya belum jg turun dan ia masih saja merasa horny serta perlu menuntaskan perasaan kentang yg melanda dirinya saat itu.

“Hahaha.. itu tuh akibatnya kalo suka yg enggak-enggak kikikikik..” ledek Vivi sembari cekikikan. “Yeeeee…. apaan sih lo.. seru tauk hahahaha” kelakar Iin menanggapi celotehan Vivi.

Kemudian Iin berlari kecil menuju kamar mandi. Kamar mandi yg terletak sedikit jauh dari ruang-ruang kelas dan tertutup bangunan kantin itu tampak sepi. Sesampainya disana Iin terkejut ketika melihat ada cowok yg berdiri didepan kamar mandi, cowok itu kemudian bersamaan menengok ke arah Iin. Ternyata cowok itu dalah Miko.

Meraka sama2 melempar senyum dgn agak canggung tersipu-sipu serta muka yg memerah. Tak disangka tak dinyana mereka berdua bisa bertemu di kamar mandi yg kebetulan sedang sepi dan tdk ada orang sama sekali, ditambah mereka berdua dalam keadaan biologis yg sedang sama2 horny akibat upacara penuh gairah yg baru saja selsesai tadi. Akhirnya dgn segenap perasaan kentang yg menyelimuti, Miko memutuskan untuk memberanikan diri menghampiri Iin dan menyapanya.

“Hay In.. eee… kok berdiri disitu aja? Gak.. gak jadi masuk kamar mandi?” ucap Miko mencoba berbasa basi namun justru kalimat yg muncul dari mulutnya menjadi terbata-bata.

Iin sedikit terkejut dgn keberanian Miko, yg menghampiri dan menyapanya. Miko memang dikenal sebagai cowok berperawakan maskulin disekolahan, ia ikut Pasukan Pengibar Bendera, fisiknya atletis karena sering kali ekskulnya mengadakan latihan fisik secara rutin.

Diam diam Miko mengagumi keindahan fisik Iin, dgn paras cantik kulitan putih dan toket berisi yg selalu bergoyang goyang saat sedang berjalan, membuatnya ingin sekali kali dapat mengencani cewek itu. Namun apa daya, tak Cuma dia seorang yg mengagumi Iin. Hampir semua cowok disekolahnya pasti punya keinginan untuk mendapatkan Iin. Apalagi ditambah Iin lebih tertarik pada cowok cowok mahasiswa dibanding ABG SMA macam dirinya itu. Seketika Iin menjawab memberi respon pada pertanyaan Miko tadi,

“Ummm… jadi sih Mik… tp kalo aku masuk sendirian kayaknya ga asik deh.. hihihi..” jawab Iin dgn nada sedikit merayu disertai perasaan birahi yg sdh memuncak dan menuntut untuk segera dituntaskan.

Bak mendapatkan hujan lebat ditengah gurun pasir yg tandus, Miko merasa bahagia sekali karena birahinya yg sdh memuncak ternyata mendapatkan sambutan yg baik dari seorang gadis cantik dambaannya itu. Tanpa babibu Miko langsung menjawab,

“Emmm… masuk bareng yuk In… Pokoknya lo harus tanggung jawab… huuuufff…” saut Miko dgn sedikit manja meminta Iin untuk masuk kekamar mandi yg sama. “Yeeee… kok jadi aku sih….?? Huh…. yaudah yuk Mik… mumpung lg sepi…. hihihi..” jawab Iin sembari menggandeng tangan Miko masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan sesuatu yg mengganjal diantara dua muda mudi SMA itu.

“Gleeek, ceklak..” Pintu kamar mandi sdh tertutup rapat rapat, mereka berdua telah berhasil masuk dgn aman tanpa diketahui oleh orang lain.

Langsung saja Miko memeluk Iin dgn eratnya, ia memulai dgn menciumi harum rambut Iin. Tercium aroma wangi shampoo dari rambut Iin yg menambah intensitas libido Miko. Setelah itu ia ciumi telinga Iin, dijilati dgn lembut mulai dari telinga hingga ke tengkuk kepala, hal ini jelas membuat birahi Iin semakin menjunjung tinggi.

“Emmmh… emmmh… uhhhh..” lenguhan lenguhan kecil muncul dari mulut Iin diiringi dgn nafasnya yg semakin berat.

Kemudian mereka melanjutkan dgn menempelkan bibir satu sama lain, dan kemudian memulai untuk saling melumat. Miko menjulurkan lidah kedalam bibir Iin, dan langsung saja Iin dgn lahap melumatnya dan saling bergantian menikmati sensasi FK itu.

Sembari berkulum bibir, tangan Miko dgn cepat merabai toket Iin yg menyembul itu dari luar, ia terus meremas remas dgn tempo yg lambat dan sangat menikmati kekenyalan toket gadis cantik itu dari luar bajunya. Berlanjutlah ia dgn cepat membuka kancing baju Iin satu per satu dan tak sabar untuk melihat gundukan toket secara nyata milik cewek yg sering jadi bahan pembicaraan cowok2 di sekolahan itu. Akhirnya terpampanglah bongkahan tetek yg terbungkus BH putih dgn motif renda yg semakin memper seksi tampilan tersebut. Dgn manjanya, Iin berucap,

“Ayooo Mikoooo… jangan lama-lama, sikat aja langsung”

Seolah mendapat komando dari atasan, segera Miko menurunkan kedua katup BH itu terlihat jelas puting berwarna coklat muda kemerah-merahan yg sdh keras memancung menandakan sipemilik sdh sangat horny berat. Dan langsung saja Miko memilin-milin lembut kedua puting itu dan mengenyotnya dari sisi kanan terlebih dahulu.

“Uuuhh… mmmpphhhh… enak banget Mik… teruss kenyot teruss…”

Nafas Iin semakin berat. Nampak tangan kanan Iin sedang menyusup memasuki rok pendeknya dan menggesek gesekkan jarinya ke CD nya yg sdh mulai banjir oleh cairan dari dalam nonoknya.*Berlanjut Miko sembari mengenyot puting dari kanan ke kiri, tangannya bergerak melepas pengait BH dari belakang dan setelah lepas, gundukan toket 34 C itu semakin bebas bergoyang kekanan dan kekiri. Kekenyalan toket itu sdh tdk terbatasi lagi. Sejenak Miko menghentikan aktivitasnya dan memandangi keindahan tubuh yg selama ini ia idam idamkan.

“WoooyYYYy..!! Bengong aja sih Mik… buruan nih meki aku udah gatel bangeeeeett…” sentak Iin dgn sedikit manja sembari menunjuk nunjukkan telunjuknya ke arah dalam rok.

“Siap komandaaaan!!” sahut Miko dgn tegas dan langsung saja ia lanjutkan menjilati dan menyedot nyedot puting Iin dgn jurus lidah naga miliknya itu. “Sruput…. Slrupuuut..” begitulah kira kira lidah naga berkombinasi dgn bibir Miko mengeluarkan suaranya.

Sembari mengenyot toket Iin, tangan kiri Miko langsung bergelirnya, menyasar kedalam isi rok mini warna abu-abu itu. Sesampainya disana, Miko terkejut mendapati nonok yg terbungkus celana dalam itu sdh becek basah kuyup. Ia terheran heran mendapati begitu sangenya Iin saat itu. Dgn semangat Miko mengelus nonok becek itu perlahan lahan. Ia gosok gosokkan jemarinya dari luar celana dalam sembari mulutnya aktif ngenyot payudara kenyal itu.

“Uuuuh… yessss… nikmat….” Desah Iin dgn nafas yg semakin memburu.

Setelah beberapa saat, Miko segera berinisiasi untuk menyingkapkan rok mini itu keatas menutupi perut Iin. Sehingga nampaklah gundukan nonok yg menonjol tertutup oleh celana dalam warna pink bermotif polkadot yg sdh becek oleh cairan yg keluar dari dalam mekinya itu.

Segeralah Miko melorotkan celana dalam itu kebawah hingga mencapai mata kaki, dan terpampanglah sdh nonok tembem putih bersih yg ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yg baru tumbuh disekitar labia mayora milik Iin. Dgn gerak cepat bak seribu bayangan, jari jari Miko langsung menuju ke arah nonok becek itu, lanjutlah ia memainkan jari2nya, menggesek gesek dan menyursuri setiap jengkal bagian dari nonok tembem itu. Jarinya terus mengitari dan sejenak berhenti ketika ia menemukan sebuah klitoris yg tersembunyi dari dalam lipatan labia minora, ia mainkan sebentar dgn telunjuknya dan kemudian langsung menyasarkan jilatannya ke klitoris Iin. Kini lidah naga pun berpindah daerah operasi. Seketika Iin melenguh,

“Uuuuhhh… Ahhhh… enak Miikkik… jilat terus…” nafasnya semakin tak terkendali bak seekor kuda yg tengah berlari kencang dipadang pacuan yg luas.

Miko menggesek gesekkan telunjuknya ke nonok Iin untuk beberapa saat dan kemudian “Bleeesss” kini jari telunjuknya sdh tertancap masuk ke liang surga yg sdh banjir itu. Selakangan Iin ia buka lebar lebar, menyambut kehadiran rasa nikmat didepannya.

“Awww… Uuuh… pelan-PELAN ya Miiiikkkk…” kemudian diikuti oleh jari tengah Miko dgn tempo pelan maju mundur ia kobel nonok Iin dgn giat sembari lidahnya memainkan klitoris Iin yg membuat ia jadi merem melek keenakan.

Tangan kiri Miko tak lantas diam begitu saja, ia langsung daratkan ke toket kenyal sebelah kiri milik Iin dan diremas remasnya. “Clak… clakk… clakkk…” begitulah kira2 bunyi dalam kamar mandi yg mereka pakai bersama itu. Semakin lama Miko semakin menaikkan tempo kobelan ke nonok Iin ke RPM yg lebih tinggi, dan hingga akhirnya tibalah saat saat yg ditunggu oleh Iin.

“Uuuuhh… Mikoooo… MMMMPPPPHHHHH… Yesss…. Aku keluaaaaaarrr…..” kalimat penuh kepuasan itu meluncur dari bibir Iin.

Iin terengah engah pikirannya serasa melayg layg diudara, serasa beban dikepala hilang dan sangat ringan sekali, seiring kedutan luar biasa yg terjadi didalam nonoknya yg terus menyemprotkan cairan orgasme kemuka Miko yg tepat berada dihadapannya.

Miko menghentikan kobelannya sejenak, memberikan waktu untuk Iin menghabiskan sisa sisa orgasmenya. Dan Miko pun jg hanya bisa diam dan menikmati setiap semprotan yg keluar dari nonok tembem itu hingga tetesan yg terakhir.

“Hihihi…. maaf ya Mikkkk……jadi kena mukamu deh….. hihihi….” kata Iin dgn nafas sedikit terengah-engah setelah menyelesaikan orgasmenya yg dahsyat itu.

Tanpa mengindahkan kata kata tadi, Miko pun tdk mau menyia nyiakan waktu yg ada, Ia segera membuka celana panjang warna abu abu SMA miliknya, ia sengaja menyisakan celana dalamnya agar Iin yg membukakan dan memberikan surprise dari dalam CD nya.

Langsung saja Iin melorotkan CD Miko kebawah, Dan

“Wuuuuuusssss…” ayunan k0ntol Miko yg sdh super tegang itu mencuat dari dalam kandangnya, sontak membuat Iin yg sdh menanti nanti menjadi kaget, karena k0ntol kekar yg sedang tegang itu sempat menampol hidung Iin dgn sekejap.

Kemudian ia menjadi seketika terpana melihat kekarnya k0ntol Miko dgn ukuran sekitar 13 cm yg dikelilingi oleh urat urat kencang, seakan sdh siap untuk maju berperang.

“Woow… amazing… gagah sekali burung kamu Miko.. hihihi….” kagum Iin pada Miko. “Iya dong sayang… soalnya kalo aku lagi push up, si Hercules ikutan push up jg…. Hahahaha…” canda Miko. “Sekarang giliran kamu puasin aku ya yaanng…???” pinta Miko dengat penuh semangat. “Siaaap komandaaan….!!” saut Iin seraya menggengam k0ntol Miko yg super tegang itu.

Ia kocok k0ntol itu dgn perlahan, sdh nampak cairan pelumas yg meleleh dari palkon Miko. Iin terus mengocok dgn tempo semakin cepat, ia goyangkan k0ntol itu kekanan, kekiri, kebawah, dan keatas sembari dikocok membuat sensasi hand job menjadi tambah nikmat. Miko terkagum kagum, merasakan servis luar biasa dari Iin, tak ia sangka sdh seperti bintang bokep profesional saja Iin ini.

Capek mengkocok kocok k0ntol Miko, Iin lalu tanpa malu-malu dan jijik langsung ganti menjilati palkon itu yg dapat membuat Miko jadi kelonjotan, ia merasakan seperti ada setruman kecil di area palkon miliknya itu. Setelah puas menjilati, kemudian Iin dgn lahapnya mengulum k0ntol Miko kedalam mulutnya, sekarang berganti dgn teknik Blow Job, Iin mencoba menuntaskan birahi yg menggumpal pada diri Miko.

Namun tiba-tiba….

“KRIIINGGGGG… KRINGGGGG… KRIIINGGGG….” bunyi bel sekolah tanda jam pelajaran dimulai sdh menggelegar, pertanda para siswa sdh harus masuk untuk mengikuti pelajaran.

Kedua sejoli itu seketika kaget dan sejenak menghentikan aktivitas mesumnya.

“Duh gimana Mik..??? Udah bel gini…” tanya Iin dgn nada sedikit panik pada Miko. “Lah…??? Ya dilanjut dong yg… masa mau udahan…??? Hmmmm…” gerutu Miko pada Iin. “Titit kamu sih bandel…!! daritadi ga keluar keluar, capek jg kan aku ngenyotnya….huuuft” Iin berbalik menggerutu. “Hehehe iya cantik… habis ini langsung deh… ga aku tahan tahan lagi…” jawab Miko sembari terkekeh.

Kemudian langsung saja Iin menkombinasikan teknik hand job dan blow job nya, dgn tempo yg cepat, kuat, dan jilatan yg super nikmat. Keringat Miko semakin bercucuran deras, ia merasakan ada sesuatu yg membuat dirinya nyut-nyutan, seperti ada luapan yg akan menyembur dari lubang k0ntolnya.

Matanya terpejam, kedua tangannya mengacak-acak rambut Iin maju mundur seirama dgn gerakan pinggulnya yg ia pompa terus menerus. Hingga pada akhirnya Miko sampai pada klimaks birahinya yg sedari upacara tadi terus mengganggu dirinya. Badannya bergetar hebat, urat uratnya seakan mau lepas. Ia benar benar menikmati orgasme yg dibantu oleh seorang gadis cantik idamannya itu.

“Ahhh… ahhh… aku creeeet…. yaaaang…..” seru Miko dgn nafas yg tersengal sengal. “Creet… Creeet… Creeet..” sebanyak tiga kali cairan sperma kental milik Miko membanjiri mulut Iin yg sedari tadi terus mengulum k0ntol kekar anak SMA itu. Sambil tersenyum Miko mengatakan kepada Iin…..

“Makasih ya sayang, servicemu itu…. 9 dari 10… mantaaaap… hahaha..” kelakar Miko yg memberi penilaian pada Iin atas servicenya yg luar biasa memuaskan itu.

Iin membalas ucapan itu dgn mencubit paha Miko, ia tersenyum manja. Kemudian mereka berdua segera membershihkan diri dan secepat mungkin memakai kembali pakaian mereka masing masing.Miko keluar dari kamar mandi duluan. Ia mengawasi keadaan sekitar, setelah aman barulah Iin keluar dan mereka langsung ngacir menuju kelasnya masing-masing. Sesampainya dikelas, ternyata pelajaran sdh dimulai, dgn baju yg sedikit kurang rapi dan rambut yg agak acak acakan, Iin masuk kedalam kelas dan segera duduk disamping Vivi.


Share On Facebook
Share On Twitter

Kategori: Cerita Sex Sekolah,
Label: cerita pelajar cerita bokep cerita smu cerita mesum cerita dewasa

Belum ada komentar